Sejarah Statistical Process Control (SPC)

Sebelum tahun 1900-an, industri AS umumnya memiliki karakteristik dengan banyaknya toko kecil yang menghasilkan produk-produk sederhana, seperti film atau perabotan. Pada toko-toko kecil ini biasanya seorang pekerja adalah seorang tukang yang bertanggung jawab secara penuh terhadap mutu kerjanya. Para pekerja dapat menjamin mutu kerjanya terhadap bahan, keahlian dalam pembuatan, serta penyesuaian dan pencocokan yang selektif. Pada awal tahun 1900-an, pabrik-pabrik mulai bermunculan dimana orang-orang dengan pelatihan yang terbatas dibentuk ke dalam lini-lini perakitan yang besar. Produk-produk menjadi semakin rumit. Pekerja individu tidak lagi memiliki kendali penuh terhadap mutu produk. Suatu staf semi-profesional, yang biasanya dinamakan departemen pemeriksaan, bertanggung jawab terhadap mutu dari produk. Tanggung jawab dari mutu produk tersebut biasanya dipenuhi oleh 100% inspeksi dari seluruh karakteristik yang penting. Apabila ada perbedaan yang terdeteksi, maka masalah ini akan ditangani oleh supervisor departemen perusahaan. Pada intinya, kualitas dicapai dari pemeriksaan mutu produk (Marchal, 2007).
       Selama tahun 1920-an, Dr. Walter A. Shewhart dari Nell Telephone Laboratories, mengembangkan konsep-konsep pengendalian mutu secara statistik (statistical quality control) dan memperkenalkan konsep pengendalian mutu dari sebuah produk yang sedang diproduksi, berbeda dengan pemeriksaan mutu produk setelah produk tersebut diproduksi. Demi mencapai tujuan dari pengendalian mutu, Shewhart mengembangkan teknik pembuatan diagram untuk mengendalikan pelaksanaan proses produksi perusahaan. Selain itu juga, ia memperkenalkan konsep dari inspeksi sampel statistik untuk mengukur kualitas produk yang sedang diproduksi. Konsep ini menggantikan metode lama dari pemeriksaan setiap bagian produksi setelah produk diselesaikan di dalam pelaksanaan produksi (Marchal, 2007).
            Metode SPC menjadi benar-benar mandiri selama Perang Dunia II. Kebutuhan akan ribuan produk yang berhubungan dengan perang seperti detektor bom, radar yang akurat dan peralatan elektronik lainnya, dengan biaya serendah mungkin mempercepat penggunaan dari sampling statistik dan diagram-diagram kontrol mutu. Semenjak PD II, teknik statistik ini telah dikembangkan dan dipertajam. Penggunaan computer juga telah memperluas kegunaan teknik-teknik tersebut. Perang Dunia II hampir secara total menghasutkan kapasitas produksi Jepang. Alih-alih memperlengkapi metode-metode produksi mereka yang lama, orang Jepang lebih memilih untuk mengumpulkan bantuan dari alm. Dr. W. Edwards Deming, dari Departemen Pertanian AS untuk membantu mereka mengembangkan suatu rencana keseluruhan. Pada beberapa seminar dengan perencana Jepang, ia menekankan sebuah filosofi yang saat ini dikenal sebagai 14 Prinsip Deming. Ia menekankan bahwa mutu berasal dari perbaikan proses, bukan dari pemeriksaan dan mutu tersebut ditentukan oleh pelanggan (Marchal, 2007).
Definisi Statistical Process Control (SPC)
   Pengendalian kualitas statistik merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, mengelola, dan memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-metode statistik. Pengendalian kualitas statistik (statistical quality control) sering disebut sebagai pengendalian proses statistik (statistical process control). Pengendalian kualitas statitik dan pengendalian proses statistik memang merupakan dua istilah yang saling dipertukarkan, yang apabila dilakukan bersama-sama maka pemakai akan melihat gambaran kinerja proses masa kini dan masa mendatang. Hal ini disebabkan pengendalian proses statistik dikenal sebagai alat yang bersifat online untuk menggambarkan apa yang sedang terjadi dalam proses saat ini. Pengendalian kualitas statistik menyediakan alat-alat offline untuk mendukung analisis dan pembuatan keputusan yang membantu apakah proses dalam keadaaan stabil dan dapat diprediksi setiap tahapannya, hari demi hari, dan dari pemasok ke pemasok (Cawley dan Harold, 1999).
         Pengendalian kualitas statistik mempunyai cakupan yang lebih luas karena di dalamanya terdapat pengendalian proses statistik, pengendalian produk (acceptance sampling), dan analisis kemampuan proses. Konsep terpenting dalam pengendalian kualitas statistik adalah variabilitas, dimana semua prosedur pengendalian kualitas statistik membuat keputusan berdasar sampel yang diambil dari populasi yang lebih besar. Variabilitas yang dimaksud adalah variabilitas antar sampel (misalnya range atau standar deviasi). Apabila diambil sampel dari populasi yang sama, variasi statistik akan terjadi dari sampel ke sampel dan variasi range dapat dihitung. Bentuk ini merupakan dasar dari batas yang dihitung pada peta pengendali (control chart) dan banyaknya penerimaan yang digunakan pada acceptance sampling. Apabila penyimpangan atau variabilitas tidak dikenal, maka dilakukan pencarian dengan penyesuaian proses dan klasifikasi bahan baku yang datang (Maleyeff, 1994).
            Pengendalian kualitas proses statistik (statistical process control) merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan sebagai pemonitor, pengendali, penganalisis, pengelola, dan memperbaiki proses menggunakan metode-metode statistik. Filosofi pada konsep pengendalian kualitas proses statistik atau lebih dikenal dengan pengendalian proses statistik (statistical process control) adalah output pada proses atau pelayanan dapat dikemukakan ke dalam pengendalian statistik melalui alat-alat manajemen dan tindakan perancangan (Ariani, 2004).
            Pengendalian proses statistik merupakan penerapan metode-metode statistik untuk pengukuran dan analisis variasi proses. Dengan menggunakan pengendalian proses statistik ini maka dapat dilakukan analisis dan minimasi penyimpangan atau kesalahan, mengkuantifikasikan kemampuan proses, menggunakan pendekatan statistik dengan dasar six-sigma, dan membuat hubungan antara konsep dan teknik yang ada untuk mengadakan perbaikan proses. Selain itu, tujuan utama dalam pengendalian proses statistik adalah mendeteksi adanya khusus (assignable cause atau special cause) dalam variasi atau kesalahan proses melalui analisis data dari masa lalu maupun masa mendatang. Variasi proses sendiri terdiri dari dua macam penyebab, yaitu penyebab umum (random cause atau chance cause atau common cause) yang sudah melekat pada proses, dan penyebab khusus (assignable cause atau special cause) yang merupakan kesalahan yang berlebihan. Idealnya, hanya penyebab umum yang ditunjukkan atau yang tampak dalam proses, karena hal tersebut menunjukkan bahwa proses berada dalam kondisi stabil dan dapat diprediksi. Kondisi ini menunjukkan variasi minimum (Ariani, 2004).
     Proses pengurangan proses apabila dilakukan akan menghasilkan beberapa keuntungan. Keuntungan-keuntungan tersebut adalah sebagai berikut (Gryna, 2001):
1.   Variabilitas menjadi lebih kecil yang dihasilkan dari adanya perbaikan kinerja yang dapat dilihat oleh pelanggan.
2.   Mengurangi variabilitas pada karakteristik komponen yang merupakan cara untuk mengimbangi variabilitas yang tinggi pada komponen lain untuk memenuhi persyaratan kinerja pada sistem atau perakitan. Untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut memang diperlukan adanya pengendalian secara ketat pada setiap komponen.
3. Pada beberapa karakteristik seperti berat, pengurangan variabilitas juga akan memberikan manfaat pada perubahan rata-rata proses yang dapat menyebabkan pengurangan biaya.
4.   Berkurangnya variabilitas akan mengurangi banyaknya inspeksi dan besarnya biaya inspeksi. Hal ini akan mendorong ditekannya harga produk tersebut.
5.    Berkurangnya variabilitas merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan kemampuan bersaing suatu produk dan memperbesar pangsa pasar.
            Proses pelayanan dikatakan dalam pengendalian statistik apabila penyebab khusus (assignable cause atau special cause)  dari penyimpangan atau variasi tersebut seperti penggunaan alat, kesalahan operator, kesalahan dalam penyiapan mesin, kesalahan penghitungan, kesalahan bahan baku, dan sebagainya tidak tampak dalam proses (Montgomery, 1991). Atau dengan kata lain, sasaran pengendalian proses statistik adalah mengurangi penyimpangan khusus dalam proses dan dengan cara mencapai stabilitas dalam proses. Apabila stabilitas proses tercapai, kemampuan proses dapat diperbaiki dengan mengurangi penyimpangan karena sebab umum (common cause) seperti penyimpangan dalam bahan baku, kondisi emosional karyawan, penurunan kinerja mesin, penurunan suhu udara, naik-turunnya kelembaban udara, dan sebagainya (Antony, 2000).
            Penentuan apakah proses berada dalam pengendalian, pengendalian proses statistik menggunakan alat yang disebut peta pengendali (control chart) yang merupakan gambar sederhana dengan tiga garis, di mana garis tengah yang disebut garis pusat (center line) merupakan target nilai pada beberapa kasus, dan kedua garis lainnya merupakan batas pengendali atau dan batas pengendali bawah. Peta pengendali (control chart) tersebut memisahkan penyebab peyimpangan menjadi penyebab umum dan penyebab khusus melalui batas pengendalian. Bila penyimpangan atau kesalahan melebihi batas pengendalian, menunjukkan bahwa penyebab khusus telah masuk ke dalam proses dan proses harus diperiksa untuk mengidentifikasi penyebab dari penyimpangan atau kesalahan yang berlebihan tersebut. Kesalahan yang disebabkan karena sebab umum berada di dalam batas pengendalian. Hal ini berarti dalam proses sebaiknya hanya penyebab umum yang terjadi, sehingga secara langsung kesalahan tersebut dapat distabilkan  (Caulcutt, 1996).
Manfaat Statistical Process Control (SPC)
         Pengendalian proses statistik dikatakan berada dalam batas pengendalian apabila hanya terdapat kesalahan yang disebabkan oleh sebab umum. Berdasarkan hal tersebut tentunya memberikan manfaat penting, yaitu (Gryna, 2001):
1.    Proses memiliki stabilitas yang akan memungkinkan organisasi dapat memprediksi perilaku peling tidak untuk jangka pendek.
2.    Proses memiliki identitas dalam menyusun seperangkat kondisi yang penting untuk membuat prediksi masa mendatang.
3.    Proses yang berada dalam kondisi “berada dalam batas pengendalian statistik” beroperasi dengan variabilitas yang lebih kecil daripada proses yang memiliki penyebab khusus. Variabilitas yang rendah penting untuk memenangkan persaingan.
4.    Proses yang mempunyai penyebab khusus merupakan proses yang tidak stabil dan memiliki kesalahan yang berlebihan yang harus ditutup dengan mengadakan perubahan untuk mencapai perbaikan.
5.    Dengan mengetahui bahwa proses berada dalam batas pengendali statistik akan membantu karyawan dalam menjalankan proses tersebut. Atau dapat dikatakan, apabila data berada dalam batas pengendali, maka tidak perlu lagi dibuat penyesuaian atau perubahan. Hal ini disebabkan penyesuaian atau perubahan kembali yang tidak diperlukan justru akan menambah kesalahan, bukan mengurangi.
6.    Dengan mengetahui bahwa proses berada dalam batas pengendali statistik, akan memberikan petunjuk untuk mengadakan pengurangan variabilitas proses jangka panjang. Untuk mengurangi variabilitas proses tersebut, sistem pemrosesan harus dianalisis dan diubah oleh manajer sehingga karyawan dapat menjalankan proses.
7.    Analisis untuk pengendalian statistik mencakup penggambaran data produksi akan memudahkan dalam mengidentifikasi kecenderungan yang terjadi dari waktu ke waktu.
8.    Proses yang stabil atau yang berada dalam batas pengendali statistik juga dapat memenuhi spesifikasi produk, sehingga dapat dikatakan proses dalam kondisi terawat dengan baik dan dapat menghasilkan produk yang baik. Kondisi ini dibutuhkan sebelum proses diubah dari tahap perencanaan ke tahap produksi secara penuh.
            Pengendalian proses statistik memang memiliki berbagai manfaat bagi organisasi yang menerapkannya. Terdapat beberapa manfaat tersebut, antara lain (Antony, 2000):
1.  Tersedianya informasi bagi karyawan apabila akan memperbaiki proses.
2.  Membantu karyawan memisahkan sebab umum dan sebab khusus terjadinya kesalahan.
3.  Tersedianya bahasa yang umum dalam kinerja proses untuk berbagai pihak.
4. Menghilangkan penyimpangan karena sebab khusus untuk mencapai konsistensi dan kinerja yang lebih baik.
5.  Pengertian yang lebih baik mengenai proses.
6.  Pengurangan waktu yang berarti dalam penyelesaian masalah kualitas.
7. Pengurangan biaya pembuangan produk cacat, pengerjaan ulang terhadap produk cacat, inspeksi ulang, dan sebagainya.
8. Komunikasi yang lebih baik dengan pelanggan tentang kemampuan produk dalam memenuhi spesifikasi pelanggan.
9. Membuat organisasi lebih berorientasi pada data statistik dari pada hanya beberapa asumsi saja.
10. Perbaikan proses, sehingga kualitas produk menjadi lebih baik, biaya lebih rendah, dan produktivitas meningkat.   
Terdapat beberapa manfaat lain pengendalian proses statistik. Manfaat-manfaat tersebut adalah sebagai berikut (Grig, 1998):
1.    Pengurangan pemborosan.
2.    Perbaikan pengendalian dalam proses.
3.    Peningkatan efisiensi.
4.    Peningkatan kesadaran karyawan.
5.    Peningkatan jaminan kualitas pelanggan.
6.    Perbaikan analisis dan monitoring proses.
7.    Meningkatkan pemahaman terhadap proses.
8.    Meningkatkan keterlibatan karyawan.
9.    Pengurangan keluhan pelanggan.
10.  Peningkatan pemberdayaan personil lini.
11.  Perbaikan komunikasi.
12.  Pengurangan waktu penyampaian jasa atau pelayanan.
           Walaupun demikian, ada pula beberapa kesulitan yang dihadapi dalam pengenalan dan penerapan pengendalian proses statistik. Kesulitan tersebut antara lain disebabkan (Antony, 2000):
1.  Tidak adanya dukungan dan komitmen manajemen yang membantu pengenalan program pengendalian proses statistik.
2.  Tidak adanya pendidikan dan pelatihan yang dimaksudkan untuk memberikan pengertian yang jelas mengenai alat dan teknik pengendalian proses statistik yang dapat memberikan kompetensi bagi organisasi seperti histogram, Pareto chart, diagram sebab-akibat, dan sebagainya.
3.  Ketidakcukupan sistem pengukuran. Hal ini disebabkan sektor industri seringkali mengabaikan sistem pengukuran selama pengenalan program pengendalian proses statistik. Pengendalian proses statistik tergantung pada sistem pengukuran efektif. Apabila sistem pengukuran tidak memenuhi, maka pengendalian proses statistik harus ditangguhkan penggunaannya.
4.   Kurangnya  pengetahuan mengenai apa yang dimonitor dan diukur. Pengukuran adalah elemen kunci dalam continuous improvement. Pengertian yang baik terhadap proses sangat penting untuk mengidentifikasi karakteristik yang sesuai dan penting bagi pelanggan.
5.  Kurangnya komunikasi antara para perencana, manajer, dan operator yang sangat penting bagi keberhasilan dalam penerapan pengendalian proses statistik.
      Sementara itu, keberhasilan dalam program pengendalian proses statistik sangat dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu sistem pengukuran, sistem pelatihan yang tepat, dan komitmen manajemen (Bird dan Dale, 1994). Terdapat tiga aspek penting dalam pengendalian proses atau pengendalian proses statistik untuk mengadakan perbaikan proses, yaitu (Xie dan Goh, 1999).
1.    Aspek manajemen seperti dukungan, pelatihan, kerja tim, dan sebagainya.
2.  Aspek sumber daya manusia seperti penolakan terhadap perbaikan, konflik antara operator dan komputer.
3.  Aspek operasional seperti alat-alat pengendalian proses statistik, prioritasi proses, prosedur tindakan korektif, dan sebagainya.
        Alasan utama mengadakan pengendalian kualitas proses statistik adalah untuk dapat mencapai kepuasan pelanggan. Terdapat pula beberapa alasan mengapa organisasi atau perusahaan tidak menggunakannya, yaitu (Rungasamy, 2002):
1.    Tidak membutuhkan pengendalian proses atau kualitas proses statistik pun organisasi telah mencapai kesuksesan.
2.    Kurang menyadari manfaat pengendalian proses atau kualitas proses statistik.
3.    Kurangnya sumber daya dan anggaran.
4.  Budaya organisasi yang tidak siap menggunakan pengendalian proses atau kualitas proses statistik.
5.    Hambatan waktu.
6.    Keputusan manajemen.
7.    Bukan merupakan prioritas bisnis organisasi atau perusahaan tersebut.
8.    Tidak menyadari bahwa pengendalian proses atau kualitas proses statistik untuk jangka pendek.
Alat Statistical Process Control (SPC)
      Statistical process control berkaitan dengan upaya menjamin kualitas dengan memperbaiki kualitas proses dan upaya menyelesaikan segala permasalahan selama proses. Statistical process control bisa diterapkan, baik untuk industri manufakturing maupun jasa. Statistical process control banyak menggunakan alat-alat statistik untuk membantu mencapai tujuannya. Statistical process control mempunyai alat, yaitu (Iriawan, 2006):
1.    Peta kendali
2.    Histogram
3.    Diagram pareto
4.    Lembar periksa
5.    Diagram konsentrasi cacat
6.    Diagram scatter
7.    Diagram sebab dan akibat

Import Data MS Excel ke Data MySQL PHPMYADMIN

Tutorial ini menjelaskan bagaimana cara data kita yang berupa Excel bisa di masukkan semuanya ke database SQL terutama pada xampp phpmyadmin. Jadi tidak menggunakan insert into tabel. 


Solusi tepatnya untuk memasukkan data excel ke mysql xampp adalah dengan menggunakan fasilitas menu import pada phpmyadmin milik xampp. Tapi hal yang paling urgent adalah buat tabel yang mana jumlah kolomnya sama dengan jumlah kolom data pada MS Excel kamu, setelah itu baru ikuti langkah-langkah berikut ini.
  1. Buka MS  Excel kamu, kemudian klik menu File -> save as “CSV (Comma delimited).”  Jika keluar warning  “Do you want to keep the workbook in this format?” Klik “yes” dan tutup Excelnya. Klik “NO”  jika keluar warning “Do you want to save the changes made to yourworkbook.csv?”.
  2. Buka http://localhost/phpmyadmin , kemudian di halaman utama, cari field untuk membuat database baru. (Create New Database) Berikan nama sesuai keinginan dan untuk Type nama database biarkan secara default “collation.”
  3. Setelah membuat nama database, maka buat tabel yaitu cari field untuk create tabel, buat kolom-kolom tabel sesuai kolom pada MS Excel. Pilih type datanya menjadi  ‘ TEXT ‘.
  4. Kalau semuanya udah selesai, maka sekarang tinggal import excel to mysql. Caranya klik link nama tabel kamu kemudian klik menu import dan browse file Excel kamu yang udah di save formatnya menjadi CSV.
  5. Biarkan semuanya default, kemudian pilih CSV with LOAD data dan uncheck pada tulisan Replace table data with file dan Ignore duplicate rows kemudian ubah karakter yang ada pada Fields terminated by menjadi karakter koma ” , ” .
  6. Kosongkan isi field pada tulisan Fields enclosed by: dan Fields escaped by: dan Column names, Check pada tulisan Use LOCAL keyword.
  7. Klik tombol GO maka semua data pada excel sudah langsung masuk ke database mysql phpmyadmin kamu.

Mengenal Command Prompt

Yang biasa kita kenal dengan Command Prompt atau DOS prompt adalah sebuah command line (baris perintah) pada sebuah OS (Operating System) berbasis GUI untuk mengesekusi file dengan cara menuliskan perintahnya pada jendela cmd. Atau singkatnya Command Prompt ini adalah sistem operasi berbasis baris perintah. Karena sebenarnya command prompt atau DOS prompt ini pada awalnya digunakan sebagai sistem operasi, akan tetapi setelah dos mulai banyak di tinggalkan maka sekarang dos tetap di integrasikan oleh microsoft pada Windows yang lebih kita kenal dengan nama MS-DOS atau Command Prompt.

Yang akan aku tulis disini lebih ke pengenalan pada perintah-perintah Command Prompt. Apa Command Prompt itu? Untuk membuka Command Prompt di Windows kita harus memanggil executable cmd.exe, dengan cara :
Klik Start > Run > ketik “cmd” (tanpa tanda kutip) > ENTER
atau dengan perintah yang lebih cepat :
Tekan di keyboard lambang Windows di ikuti dengan R, lalu ketik cmd, ENTER
Dos prompt ini sangat berguna dalam penggunaan sebagai aplikasi tambahan dengan otorisasi yang lebih banyak dan kompleks dibanding dengan sistem operasi berbasis GUI (Grafik User Interface). Dengan Dos prompt kita bisa melihat direktori dan file yang beratribut hidden dengan cepat, bisa menganalisa dengan intents terhadap gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus, bisa mendelete dan menghentikan dengan paksa file running yang merugikan di komputer (virus), lebih jauh kita bisa membersihkan virus di komputer disaat sistem operasi GUI sudah tidak memungkinkan lagi digunakan. Berikut akan diterangkan kegunaan-kegunaan dari command prompt.
Apa Kegunaan Command Prompt?
1. Meng-handle beberapa masalah saat versi GUI (Grafik User Interface) pada Windows kita bermasalah diakibatkan virus. Seperti hilangnya folder options pada explorer, task manager yang di-disable, tidak bisa membuka msconfig dan sebagainya. Lebih lanjut kita bisa menangani virus lewat cmd.
2. Seperti namanya, “Prompt” sendiri arti harafiahnya adalah Quick atau cepat jadi kita bisa mengeksekusi sebuah perintah lebih cepat dengan menggunakan cmd. Selain lebih cepat cmd ini juga lebih ringan dibanding dengan explorer saat melakukan perintah masuk pada direktori tertentu, atau mencari file tertentu.
3. Kegunaan lain dari Command Prompt ini adalah untuk membiasakan menggunakan command line pada cmd agar nantinya terbiasa dengan server core yang menggunakan OS berbasis text.

Perintah-perintah Dasar DOS Prompt
Berikut adalah perintah-perintah dasar yang harus diingat difahami dengan benar, karena perintah dasar inilah yang nantinya akan mengantarkan kita pada kemudahan dalam mempelajari DOS prompt lebih lanjut.
1. Komunikasi dengan Sistem
COMMAND : memuatkan kopian baru command interpreter.
DATE : mengeset atau menampilkan tanggal system.
EXIT : mengakhiri kopian command interpreter (kembali ke kopian Induk).
PROMPT : mendefinisikan prompt system.
SET : mendefinisikan variable lingkungan.
SHARE : memuatkan dukungan file sharing (untuk Microsoft Network).
TIME : mengeset atau menampilkan waktu system saat itu.
VER : menampilkan nomor versi dari command interpreter MS- DOS.
2. Bekerja dengan Disk
ASSIGN : merute permintaan operasi disk dari satu drive ke drive lain.
CHKDSK : memeriksa alokasi ruang penyimpanan, kesalahan isian. direktori, table alokasi file atau kerusakan fisik disk
DISKCOMP : membandingkan dua floppy disk track demi track dan melaporkan perbedaannya.
DISKCOPY : mengkopi floppy disk secara track demi track (tidak mengonsolidasikan file terfragmentasi).
FDISK : mengonfigurasi fixed disk (harddisk) untuk digunakan MS- DOS.
FORMAT : memformat disk untuk digunakan MS-DOS dengan menginisialisasi direktori dan file allocation table (FAT).
JOIN : membuat disk sebagai subdirektori dari disk lain.
LABEL : memodifikasi, menciptakan dan menghapus label volume.
SUBST : mensubsitusi huruf drive untuk nama jalur direktori, membuat subdirektori menjadi satu drive maya.
SYS : mentransfer file-file system MS-DOS (IO.sys dan MSDOS. .sys) ke disk.
VERIFY : memverifikasi data begitu dituliskan ke disk.
VOL : menampilkan label volume dari disk.
3.Bekerja dengan Direktori
Direktori puncak disebut root directory. Root directory menyimpan isian-isian(entry) yang menunjukkan file dan subdirectori, menyimpan nomor isian FAT yang menyimpan awal cluster dari file. Subdirektori adalah file yang menyimpan isian-isian direktori.
Perintah-perintah yang berhubungan dengan direktori,antara lain:
CHDIR atau CD : mengubah direktori kerja.
DIR : menampilkan informasi mengenai isian-isian direktori(nama file, ekstensi, ukuran dalam byte, tanggal
dan jam diciptakanatau terakhir diubah.
MKDIR atau MD : menciptakan subdirektori baru.
PATH : mendefinisikan nama jalur yang digunakan MS-DOS dalam mencari file yang dieksekusi (untuk ekstensi COM, EXE, dan BAT).
RMDIR atau RD : menghapus direktori kosong.
TREE : menampilkan struktur direktori secara hirarki.
4. Pengelolaan file
ATTRIB : menampilkan dan mendefinisikan atribut file.
BACKUP : membuat kopian backup dari file atau struktur direktori.
COPY : mengkopi file.
EDLIN : menciptakan atau memidifikasi file teks ASCII.
ERASE : menghapus file.
EXE2BIN : mengonversi file dieksekusi dalam format.EXE menjadi file memori (.COM, .BIN atau .SYS).
FC : membandingkan dua file dan menampilkan perbedaannya.
RECOVER : merekonstruksi file dari disk yang mempunyai sector-sektor Rusak.
RENAME atau REN : mengubah nama satu file atau lebih.
RESTORE : mengembalikan file-file yang diciptakan dengan perintah BACKUP ke disk dengan struktur direktori yang sama seperti aslinya.
5. Pengelolaan Masukan dan Keluaran
CLS : membersihkan layar tampilan.
CTTY : mengubah prangkat untuk masukan dan keluaran standar.
FIND : mencari suatu sring.
GRAFTABL : mendefinisikan IBM extended character set.
MODE : mengendalikan mode perangkat keluaran. MODE menge-set
karakteristik tampilan , menge-set panjang baris dan spasi untuk port printer, mengoneksi printer serial dengan men-redirect keluaran printer parallel ke port komunikasi serial, menge-set parameter komunikasi untuk port komunikasi asincron.
MORE : perintah untuk filter yang menampilkan isian file per layar.
PRINT : mencetak file di background (sehingga pemakaian dapat mengerjakan tugas lain).
SORT : filter yang menampilkan secara terurut.
TYPE : mengirim file ke keluaran standar.
6. Setting (penyesuaian) lingkungan kerja
Pemakai dapat menyesuaikan lingkungan keranya lewat file CONFIG.SYS yang mendefinisikan karakteristik operasi system MS-DOS. Ketika MS-DOS dimulai, MS-DOS mengeksekusi perintah di CONFIG.SYS secara otomatis jika tersedia. Yang digunakan untuk Penyesuaian Lingkungan Kerja
ANSY.SYS : device driver ini mengimplementasikan kode escape standar dari ANSI untuk kendali layar dan keyboard.
BREAK : mengendalikan interupsi control-C.
BUFFERS : menspesifikasikan jumlah buffer disk di memori yang dialokasikan MS-DOS saat pertama kali dimulai.
COUNTRY : menspesifikasikan country untuk penulisan tanggal yang cocok, tanda decimal, dan symbol mata uang yang di gunakan.
DEVICE : menginstal device driver baru.
DRIVPARM : mendefinisi ulang karakteristik default yang didefinisikan device driver untuk perangkat blok.
FCBS : menspesifikasikan jumlah maksimum file-file yang dikendalikan FCB yang dapat dibuka, file sharing sebagai efeknya.
FILES : menspesifikasikan jumlah maksimum file yang dapat dibuka.
LASTDRIVE : menentukan jumlah maksimum drive yang dikenali oleh MS-DOS.
SHELL : menspesifikasikan command interpreter pengganti COMMAND .COM.
VIDISK.SYS : menciptakan disk virtual yang berada di memori.
7. Penggunaan BatchBatch adalah file yang dapat dieksekusi. File berisi kumpulan /sekuen perintah yang dieksekusi secara berurutan. Pemakaian mengetikkan nama file dan MC-DOS mengeksekusi perintah-perintah di file itu. Batch berekstensi .BAT. Pembuatan batch sebagaimana program karena disediakan beragam bentukan kendali dalam hal ini pemakaian dapat memberikan beragam alternayif eksekusi perintah-perintah. File AUTOEXEC.BAT pada root directori akan dieksekusi saat MC-DOS boot. Perintah yang berhubungan dengan pengendalian jalannya eksekusi perintah-perintah file batch adalah:
CALL : memanggil batch lain.
ECHO : menampilkan nama perintah atau pesan yang dieksekusi dari batch.
FOR : mengeksekusi perintah secara iterasi untuk tiap file di sekumpulan file.
GOTO : mengeksekusi perintah dari batch, lompat ke perintah di sembarang lokasi.
IF : memeriksa kondisi dan mengeksekusi perintah di batch ,bergantung hasil.
PAUSE : menghentikan eksekusi batch untuk sementara.
REM : penanda komentar.
SHIFT : memperluas jumlah parameter di baris perintah.

Cara Membasmi Virus Shortcut

Suatu hari ada temen yang mengambil data di salah satu komputer milik saya melalui USB Flash Disk. Sebagai pencegahan, terlebih dahulu aku scan dengan antivirus  lokal Smadav dan Avira Free Edition.

 Pproses scanning berjalan dan ternyata ada beberapa virus yang terdeteksi oleh Smadav. Kemudian setelah selesai aku hapus/delete semua file yang terinfeksi virus.

Ternyata ada file yang dideteksi sebagai virus yakni autorun.inf, Microsoft.inf dan Thumb.db. Virus tersebut membuat duplikasi di setiap folder dengan type shortcut.

Setelah saya anggap USB itu bersih kemudian saatnya menyalin data teman saya tadi. Saat membuka file dalam salah satu folder ternyata telah mucul file-file virus tersebut (autorun.inf, Microsoft.inf dan Thumb.db), kesimpulannya komputer saya telah terserang virus dari USB Flash Disk tersebut dari varian Pif/Starter. Untuk menghilangkan virus tersebut ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Setelah melakukan full scan dan menghapus file-file virus tersebut namun tetap saja muncul di setiap folder.


Cara Membasmi Virus Shortcut

Tak kehilangan akal aku mencoba cara menghapus virus shortcut ini di internet dan berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk membasmi virus shortcut (Pif/Starter) yang :

1. Matikan dulu proses system restore, caranya klik kanan My Computer | Properties, Pilih tab System Resotore, centang kotak kecil Turn off System Restore all drive.

2. Matikan proses dari file Wscript yang terletak di C:\Windows\System32, dengan cara menggunakan tools seperti CProcess, HijackThis atau dapat juga menggunakan Task Manager dari Windows.

3. Setelah dimatikan proses dari Wscript tersebut, kita harus menhhapus atau me-rename dari file tersebut agar tidak digunakan untuk sementara oleh virus tersebut.

Sebagai catatan, kalau kita me-rename dari file Wscript.exe tersebut dengan otomatis, maka akan dikopikan lagi di folder tersebut. Oleh sebab itu, kita harus mencari di mana file Wscript.exe yang lainnya, biasanya ada di C:\Windows\$NtServicePackUninstall$, C:\Windows\ServicePackFiles\i386.

Tidak seperti virus-virus VBS lainnya, kita bisa mengganti Open With dari file VBS menjadi Notepad, virus ini berextensi MDB yang berarti adalah file Microsoft Access. Jadi Wscript akan menjalankan file DATABASE.MDB seolah-olah dia adalah file VBS.

4. Delete file induknya yang ada di C:\Documents and Settings\\My Documents\database.mdb, agar setiap kali komputer dijalankan tidak akan me-load file tersebut. Dan jangan lupa kita buka juga MSCONFIG, disable perintah yang menjalankannya.

5. Sekarang kita akan men-delete file-file Autorun.INF. Microsoft.INF dan Thumb.db. Caranya, klik tombol START, ketik CMD, pindah ke drive yang akan dibersihkan, misalnya drive C:\, maka yang harus kita lakukan adalah:

Ketik C:\del Microsoft.inf /s, perintah ini akan men-delete semua file microsoft.inf di seluruh folder di drive C:. Sementara kalau mau pindah drive tinggal diganti nama drivenya saja contoh: D:\del Microsoft.inf /s.

Untuk file autorun.inf, ketik C:\del autorun.inf /s /ah /f, perintah akan men-delete file autorun.inf (syntax /ah /f) digunakan karena file tersebut memakai attrib RSHA, begitu juga untuk file Thumb.db lakukan juga hal yang sama.

6. Untuk men-delete file-file selain 4 file terdahulu, kita harus mencarinya dengan cara search file dengan ekstensi .lnk ukurannya 1 kb. Pada 'More advanced options' pastikan option 'Search system folders' dan 'Search hidden files and folders' keduanya telah dicentang.

Harap berhati-hati, tidak semua file shortcut / file LNK yang berukuran 1 kb adalah virus, kita dapat membedakannya dari ikon, size dan tipenya. Untuk shortcut yang diciptakan virus ikonnya selalu menggunakan icon 'folder', berukuran 1 kb dan bertipe 'shortcut'. Sedangkan folder yang benar harusnya tidak memiliki 'size' dan tipenya adalah 'File Folder'.

7. Fix registry yang sudah diubah oleh virus. Untuk mempercepat proses perbaikan registry salin script dibawah ini pada program 'notepad' kemudian simpan dengan nama 'Repair.inf'. Jalankan file tersebut dengan cara:

- Klik kanan repair.inf
- Klik Install

[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"

[del]
HKLM,SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, Winupdate
HKCU,SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, explorer

Untuk pembersihan virus dan malware dengan cepat dan mudah, download tool ampuh berikut ini:


Norman Malware Cleaner 

Mengenal Istilah Dalam Dunia Internet

Sudah bukan barang baru, dan sudah bukan mainan orang-orang tertentu, melainkan sudah menjadi mainan anak-anak... bahwa koneksi internet dapat di nikmati oleh siapapun dimanapun dan kapanpun... bagaimana tidak pada jaman sekarang ini banyak anak-anak sekolah yang di bekali perangkat celuler, namun mungkin mereka tidak mengenal dengan baek kemampuan perangkat yang berada di genggamannya.

Kali ini lebih fokus pada beberapa istilah yang akan sering ditemukan didunia koneksi internet bila menjadi seorang pelanggan dari ISP (Internet Service Provider), antara lain dedicated, share, transfer rate, kbps/kBps, ADSL/SDSL, limited dan unlimited.

Dedicated
Semua orang pasti berangan-angan untuk mendapatkan BW (baca: Bandwidth) dedicated. Dedicated artinya bahwa sejumlah BW di alokasikan khusus untuk satu pelanggan saja. Misalnya seorang pelanggan berlangganan 64 kbps, maka sejumlah BW tersebut akan dipakai sendiri, pelanggan dapat mengatur jumlah PC yang akan di pergunakan dalam lingkungan LAN nya. Pengertian lain dedicated adalah setara dengan 1:1. Artinya, 1 BW (64 kbps) di pakai 1 pelanggan.
Share (Burst)
Share (berbagi), artinya sejumlah BW akan di pakai bersama-sama dengan pelanggan lain. Pemakaian ini akan mengikuti beberapa aturan, misalnya 1:2, 1:4, 1:8, 1:16 dan seterusnya tergantung paket yang dipilih ketika akan berlangganan. Jika memilih 256 Share 1:8, maka BW minimal yang akan didapat adalah 256:8=32 kbps, dan akan mendapatkan BW maksimal 256. Namun BW maksimal jarang sekali didapatkan, karena ketika semua pelanggan dalam kavling tersebut online secara bersamaan, maka masing-masing akan mendapatkan BW sebesar 32kbps. Lantas kapan seorang pelanggan akan mendapatkan BW maksimal ? yaitu ketika semua pelanggan yang se-kavling sedang tidak OL (baca: online).
Transfer Rate
Istilah ini dipakai untuk mengetahui jumlah kapasitas ketika sedang melakukan download/upload. Untuk mencari nilai Transfer Rate dari BW yang ada adalah :
Transfer Rate (kBps) = BW (kbps) : 8
Untuk mengujinya silahkan men-download file dari internet, dan perhatikan ketika proses download sedang berjalan. Kebanyakan browser seperti IE atau Mozilla Firefox akan mencantumkan nilai Transfer Rate.
kbps, kBps
Walaupun terlihat sepele, namun ternyata masih banyak orang yang belum dapat membedakan antara kbps dengan kBps.
kbps = kilo bit per secon, satuan ini menyatakan nilai BW yang anda miliki,
kBps = kilo Byte per secon, menyatakan nilai transfer rate.
URL berikut bisa dijadikan acuan untuk mengukur berapa nilai BW dan Transfer rate. Silakan test disini : http://www.speedtest.net/
ADSL, SDSL
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line), sebuah teknologi komunikasi data dengan kecepatan tinggi melalui saluran telekomunikasi. (http://en.wikipedia.org/wiki/ADSL).
Salah satu ISP yang menggunakan teknologi ini adalah Telkom dengan Telkomnet Instannya.
Sedangkan SDSL adalah Symetric DSL, biasanya ISP yang menggunakan jaringan FO (Fiber Optic) lebih banyak menggunakan teknologi ini.
Selain harganya murah ADSL memang tidak membutuhkan instalasi yang sulit seperti SDSL, karena anda cukup menggunakan saluran telepon untuk terhubung ke internet.
Satu hal yang sangat membedakan kedua teknologi ini adalah, nilai transfer rate masing-masing DSL. Karena symetric, SDSL tentunya memiliki keunggulan kualitas di banding ADSL, karena nilai transfer rate nya simetrik. Jadi misalkan seorang pelanggan memiliki BW 256 dedicated, maka akan memiliki transfer rate (DL/UL) 32 kBps. Namun jika  menggunakan ADSL, biasanya nilai DL lebih besar daripada UL. Silahkan buktikan melalui URL di ini.http://www.speedtest.net/
Limited, Unlimited
Jangan terkecoh dengan sebuah iklan bahwa sebuah paket Limited 1Gb dengan harga murah, lalu berkhayal akan mendapatkan BW sebesar 1Gb. Jika menemukan istilah seperti ini, artinya pemakaian akan dibatasi sesuai kapasitas data yang telah di transfer. Misalnya  memilih paket 1Gb, lalu mendownload sebuah file OS Linux 2 CD yang masing-masing besarnya 600mb, tentunya quota ini melebihi kapasitas yang ada, maka kelebihan quota tersebut harus dibayar.
Namun jika menjadi pelanggan dedicated atau share, itu artinya bebas mendownload/upload file sampai dengan kapasitas berapapun juga.
Satu hal yang perlu menjadi perhatian, ketika menjadi pelanggan sebuah ISP, cobalah untuk meminta trafikmonitor (MRTG) untuk memastikan BW yang dijanjikan. Karena tidak semua ISP akan memberikan fasilitas ini. Namun walaupun pihak ISP tidak dapat memberikan MRTG, tetap dapat melihat berapa kapasitas BW melalui program downloader atau uploader.